Pengaruh Stock Split Terhadap Harga dan Likuiditas Saham

Judul Pengaruh Stock Split Terhadap Harga dan Likuiditas Saham
Penulis Zainal Abidin Zein, Novita Indrawati, Dan Eka Hariyani
Tahun 2009

 

Landasan Teori Jurnal ini memfokuskan pada pengaruh stock split terhadap harga, dan pengaruh stock split terhadap likuiditas saham. Pada kondisi bursa yang lesu dimana stock split banyak dilakukan emiten untuk menghindan delisting, maka pengaruh stock split terhadap harga dan likuiditas saham kembali menjadi pertanyaan. Beberapa penelitian dengan topik yang sama tetapi justru menemukan hasil yang tidak sama. Dengan kata lain, konflik temuan antar penelitian dengan objek yang sama masih ditemukan. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian lanjutan masih perlu dilakukan sebagai upaya imtuk menguji validitas ekstemal penelitian terdahulu.

Dari penelitian ini, penulis mengeluarkan beberapa hipotesis, yaitu :

  1. Terdapat abnormal return yang signifikan pada saat stock split.
  2. Ada perbedaan rata-rata abnormal return yang signifikan sebeium dan setelah stock split
  3. Ada perbedaan rata-rata TVA yang signifikan sebelimi dan sesudah stock split.
Metode dan Subjek Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang melakukan stock split dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2005 yang terdajftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling.

Kriteria yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah:

  1. Perusahaan hams tetap listing di BEJ dan melakukan stock split dari tahun 2002 sampai dengan 2005.
  2. Perusahaan hams memiliki data harga saham harian yang lengkap yaitu daii periode estimasi 100 hari dan pada periode peristiwa atau periode pengamatan atau periode jendela {event window) 11 hari yaitu 5 hari sebeium pengimiimian, 1 hari saat pengumiunan, dan 5 hari setelah pengumuman stock split. Hal ini diharapkan agar data yang diperoleh mencerminkan keadaan yang sebenamya.
  3. Tidak melakukan pembayaran dividen kas dan tidak menggunakan kebijakan lainnya seperti right issue, bonus ataupim corporate event lainnya selama 11 hari periode window (event window) pengumuman pemecahan saham.
Hasil Berdasarkan jurnal, maka dapat dilihat hasilnya adalah :

  1. Pengujian Abnormal Return pada Saat Stock Split

Berdasarkan hasil yang diperoleh, terlihat bahwa Thitung adalah -20,392, Ttabel diketahui nilainya 2,035, berarti Thitung  <  – Ttabel sehingga Ho ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat abnormal retum yang signifikan pada saat stock split.

  1. Pengujian Rata-rata Abnormal Retum Sebelum dan Sesudah Stock Split

Pengujian dilakukan terhadap rata-rata abnormal retun sebeium dan setelah stock

split dengan menggunakan paired sample t test (uji t untuk dua sampel berpasangan). Hasil uji menunjukkan bahwa t hitung adalah 5,607. Berdasarkan perbandingan Thitung dengan Ttabel (2,035), berarti Thitung > Ttabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Abnormal retum positif sebeium pengumuman, yang diikuti dengan abnormal retum negatif setelah pengumuman mengindikasikan bahwa stock split memberikan sinyal negatif terhadap pasar.

  1. Pengujian Rata-Rata Aktivitas Volume Perdagangan (TVA) Sebeium dan Sesudah Stock Split

Berdasarkan perbandingan Thitung dengan Ttable (2,035), diketahui bahwa -Ttabel < Thitung < Ttabel, yaitu -2,035 < -1,247 < 2,035 maka Ho diterima dan Ha ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa stock split tidak mempengaruhi TVA atau likuiditas saham.

Kesimpulan Kesimpulan yang didapat dari hasil diatas adalah :

  1. Pengujian Abnormal Return pada Saat Stock Split

Hasil hipotesis ini menunjukkan bahwa terdapat abnormal retum yang signifikan pada saat stock split.

  1. Pengujian Rata-rata Abnormal Return Sebelum dan Sesudah Stock Split

Dapat disimpulkan bahwa abnormal return sebeium stock split berbeda secara signifikan dengan abnormal return setelah stock split.

  1. Pengujian Rata-Rata Aktivitas Volume Perdagangan (TVA) Sebeium dan Sesudah Stock Split

Dari hasil diatas menunjukkan bahwa stock split tidak mempengaruhi TVA atau likuiditas saham.

 

Hal ini menunjukkan bahwa aktifitas stock split tidak cukup memiliki kandungan informasi yang dapat mempengaruhi preferensi mvestor dalam berinvestasi.

 

 

Pengaruh Perputaran Modal Kerja, Struktur Modal, Umur Perusahaan, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Automotive and Allied Produk di Bursa Efek Jakarta.

Judul Pengaruh Perputaran Modal Kerja, Struktur Modal, Umur Perusahaan, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Automotive and Allied Produk di Bursa Efek Jakarta.
Penulis Yusralaini, Amir Hasan, dan Imeiga Helen
Tahun 2003 – 2006

 

Landasan Teori Jurnal ini memfokuskan kepada pengaruh perputaran modal kerja terhadap profitabilitan perusahaan automotive and allied produk di BEJ, struktur modal terhadap profitabilitas perusahaan automotive and allied produk di BEJ, umur perusahaan terhadap profitabilitas pada perusahaan automotive and allied produk di BEJ. Ukuran perusahaan terhadap profitabilitas pada perusahaan automotive and allied produk di BEJ.
Metode dan Subjek Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan automotive and allied products yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada tahun 2003-2006 yang diklasifikasikan ke dalam 20 sektor.

Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive Sampling dimana populasi yang akmi dijadikan sampel pmelitian adalah yang memenuhi kriteria sebagai bcrikut:

  1. Sampel terdaftar pada Indonesian Capital Market Directory seiama empat tahun berturat-tumt yaitu tahun 2003-2006.
  2. Emiten-emiten memiliki laporan keuangan yang lengkap dan jelas untuk priode terpilih.
Hasil Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka di dapatkan hasil bahwa :

  1. Modal kerja tidak mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas (ROI) perusahaan Automotive And Allied Products. Dengan demikian maka hipotesis pertama ditolak.
  2. Struktur modal mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas (ROI) perusahaan Automotive And Allied Products. Dengan demikian hipotesis kedua diterima. Karena Thitung lebih besar dair Ttabel.
  3. Umur perusahaan mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas (ROI) perusahaan Automotive And Allied Product. Dengan demikian hipotesis ketiga ditolak. Karena dari hasil tabel Thitung lebih kecil dari Ttabel.
  4. Ukuran perusahaan mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas (ROI) perusahaan Automotive And Allied Products. Dengan demikian hipotesis keempat diterima. Karena Thitung lebih besar dari Ttabel.
Kesimpulan Berdasarkan hasil yang diterima dari data diatas dapat disimpulkan bahwa

  1. Hipotesis pertama di tolak.
  2. Hipotesis kedua di terima.
  3. Hipotesis ketiga ditolak.
  4. Hipotesis keempat diterima.

 

Over Reaksi Pasar Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta

Judul Over Reaksi Pasar Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta
Penulis Rahmawati dan Tri Suryani
Tahun September 2005
Landasan Teori Jurnal ini memfokus pada masalah kelompok saham Loser dan kelompok saham Winner. Kelompok salah loser adalah kelompok saham yang konsisten harga sahamnya mengalami penurunan, sedangkan kelompok saham winner adalah kelompok saham yang konsisten harga sahamnya mengalami kenaikan.

Penulis menguji apakah informasi yang tak terduga yang bersifat dramatik mempengaruhi reaksi para pelaku pasar secara berlebihan. Penelitiannya dilakukan dengan menguji data saham dari perusahaan manufaktur di BEJ.

Rumusan masalah yang terdapat pada jurnal ini adalah :

  1. Apakah ada overreaction terhadap harga-harga saham perusahaan manufaktur yang ada di BEJ, yang ditandai dengan portofolio loser mengungguli portofolio winner.
Metode dan Subjek Penulis menggunakan metode purposive sampling, yaitu yang sesuai dengan kriteria yang akan digunakan dalam penelitian sebanyak 30. Kriteria-kriteria tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Seluruh saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ pada periode Januari 2000 – Desember 2002.
  2. Data yang digunakan adlaah data bulanan selama tiga tahun.
  3. Sampel saham yang pada periode pembentukan portofolio mempunyai Average Return positif, sebanyak 15 sampel, selanjutnya digolongkan portofolio winner. Saham yang mempunyai Average Abnormal Return negatif sebanyak 15 sampel saham selanjutnya digolongkan portofolio loser.
Hasil Terjadi overreaction yang ditandai dengan adanya portofolio loser yang mengungguli portofolio winner, tetapi hal ini tidak berlangsung secara konstan, namun terjadi secara terpisah-pisah. Artinya hasil pengujian ini secara rata-rata seluruh sampel loser dan seluruh sampel wiinner belum bisa mendukung secara jelas bahwa terjadi efek reaksi berlebihan pada pasar modal di Indonesia
Kesimpulan Terdapat indikasi reaksi berlebhian yang di tandai dengan portofolio losser mengungguli portofolio winner. Efek reaksi berlebihan ini terjadi tidak dalam kurun waktu yang konstan lama. Tetapi terjadi secara terpisah-pisah atau separatis.

Hal ini dapat dinyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata abnormal return seluruh saham golongan loser dengan seluruh saham golongan winner.