Pengaruh Stock Split Terhadap Harga dan Likuiditas Saham

Judul Pengaruh Stock Split Terhadap Harga dan Likuiditas Saham
Penulis Zainal Abidin Zein, Novita Indrawati, Dan Eka Hariyani
Tahun 2009

 

Landasan Teori Jurnal ini memfokuskan pada pengaruh stock split terhadap harga, dan pengaruh stock split terhadap likuiditas saham. Pada kondisi bursa yang lesu dimana stock split banyak dilakukan emiten untuk menghindan delisting, maka pengaruh stock split terhadap harga dan likuiditas saham kembali menjadi pertanyaan. Beberapa penelitian dengan topik yang sama tetapi justru menemukan hasil yang tidak sama. Dengan kata lain, konflik temuan antar penelitian dengan objek yang sama masih ditemukan. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian lanjutan masih perlu dilakukan sebagai upaya imtuk menguji validitas ekstemal penelitian terdahulu.

Dari penelitian ini, penulis mengeluarkan beberapa hipotesis, yaitu :

  1. Terdapat abnormal return yang signifikan pada saat stock split.
  2. Ada perbedaan rata-rata abnormal return yang signifikan sebeium dan setelah stock split
  3. Ada perbedaan rata-rata TVA yang signifikan sebelimi dan sesudah stock split.
Metode dan Subjek Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang melakukan stock split dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2005 yang terdajftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling.

Kriteria yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah:

  1. Perusahaan hams tetap listing di BEJ dan melakukan stock split dari tahun 2002 sampai dengan 2005.
  2. Perusahaan hams memiliki data harga saham harian yang lengkap yaitu daii periode estimasi 100 hari dan pada periode peristiwa atau periode pengamatan atau periode jendela {event window) 11 hari yaitu 5 hari sebeium pengimiimian, 1 hari saat pengumiunan, dan 5 hari setelah pengumuman stock split. Hal ini diharapkan agar data yang diperoleh mencerminkan keadaan yang sebenamya.
  3. Tidak melakukan pembayaran dividen kas dan tidak menggunakan kebijakan lainnya seperti right issue, bonus ataupim corporate event lainnya selama 11 hari periode window (event window) pengumuman pemecahan saham.
Hasil Berdasarkan jurnal, maka dapat dilihat hasilnya adalah :

  1. Pengujian Abnormal Return pada Saat Stock Split

Berdasarkan hasil yang diperoleh, terlihat bahwa Thitung adalah -20,392, Ttabel diketahui nilainya 2,035, berarti Thitung  <  - Ttabel sehingga Ho ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat abnormal retum yang signifikan pada saat stock split.

  1. Pengujian Rata-rata Abnormal Retum Sebelum dan Sesudah Stock Split

Pengujian dilakukan terhadap rata-rata abnormal retun sebeium dan setelah stock

split dengan menggunakan paired sample t test (uji t untuk dua sampel berpasangan). Hasil uji menunjukkan bahwa t hitung adalah 5,607. Berdasarkan perbandingan Thitung dengan Ttabel (2,035), berarti Thitung > Ttabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Abnormal retum positif sebeium pengumuman, yang diikuti dengan abnormal retum negatif setelah pengumuman mengindikasikan bahwa stock split memberikan sinyal negatif terhadap pasar.

  1. Pengujian Rata-Rata Aktivitas Volume Perdagangan (TVA) Sebeium dan Sesudah Stock Split

Berdasarkan perbandingan Thitung dengan Ttable (2,035), diketahui bahwa -Ttabel < Thitung < Ttabel, yaitu -2,035 < -1,247 < 2,035 maka Ho diterima dan Ha ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa stock split tidak mempengaruhi TVA atau likuiditas saham.

Kesimpulan Kesimpulan yang didapat dari hasil diatas adalah :

  1. Pengujian Abnormal Return pada Saat Stock Split

Hasil hipotesis ini menunjukkan bahwa terdapat abnormal retum yang signifikan pada saat stock split.

  1. Pengujian Rata-rata Abnormal Return Sebelum dan Sesudah Stock Split

Dapat disimpulkan bahwa abnormal return sebeium stock split berbeda secara signifikan dengan abnormal return setelah stock split.

  1. Pengujian Rata-Rata Aktivitas Volume Perdagangan (TVA) Sebeium dan Sesudah Stock Split

Dari hasil diatas menunjukkan bahwa stock split tidak mempengaruhi TVA atau likuiditas saham.

 

Hal ini menunjukkan bahwa aktifitas stock split tidak cukup memiliki kandungan informasi yang dapat mempengaruhi preferensi mvestor dalam berinvestasi.

 

 

Pengaruh Perputaran Modal Kerja, Struktur Modal, Umur Perusahaan, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Automotive and Allied Produk di Bursa Efek Jakarta.

Judul Pengaruh Perputaran Modal Kerja, Struktur Modal, Umur Perusahaan, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Automotive and Allied Produk di Bursa Efek Jakarta.
Penulis Yusralaini, Amir Hasan, dan Imeiga Helen
Tahun 2003 – 2006

 

Landasan Teori Jurnal ini memfokuskan kepada pengaruh perputaran modal kerja terhadap profitabilitan perusahaan automotive and allied produk di BEJ, struktur modal terhadap profitabilitas perusahaan automotive and allied produk di BEJ, umur perusahaan terhadap profitabilitas pada perusahaan automotive and allied produk di BEJ. Ukuran perusahaan terhadap profitabilitas pada perusahaan automotive and allied produk di BEJ.
Metode dan Subjek Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan automotive and allied products yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada tahun 2003-2006 yang diklasifikasikan ke dalam 20 sektor.

Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive Sampling dimana populasi yang akmi dijadikan sampel pmelitian adalah yang memenuhi kriteria sebagai bcrikut:

  1. Sampel terdaftar pada Indonesian Capital Market Directory seiama empat tahun berturat-tumt yaitu tahun 2003-2006.
  2. Emiten-emiten memiliki laporan keuangan yang lengkap dan jelas untuk priode terpilih.
Hasil Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka di dapatkan hasil bahwa :

  1. Modal kerja tidak mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas (ROI) perusahaan Automotive And Allied Products. Dengan demikian maka hipotesis pertama ditolak.
  2. Struktur modal mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas (ROI) perusahaan Automotive And Allied Products. Dengan demikian hipotesis kedua diterima. Karena Thitung lebih besar dair Ttabel.
  3. Umur perusahaan mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas (ROI) perusahaan Automotive And Allied Product. Dengan demikian hipotesis ketiga ditolak. Karena dari hasil tabel Thitung lebih kecil dari Ttabel.
  4. Ukuran perusahaan mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas (ROI) perusahaan Automotive And Allied Products. Dengan demikian hipotesis keempat diterima. Karena Thitung lebih besar dari Ttabel.
Kesimpulan Berdasarkan hasil yang diterima dari data diatas dapat disimpulkan bahwa

  1. Hipotesis pertama di tolak.
  2. Hipotesis kedua di terima.
  3. Hipotesis ketiga ditolak.
  4. Hipotesis keempat diterima.

 

Pengaruh Asimetri Informasi, Ukuran Perusahaan, Kepemilikan Manajerial Terhadap Manajemen Laba

Judul Pengaruh Asimetri Informasi, Ukuran Perusahaan, Kepemilikan Manajerial Terhadap Manajemen Laba
Penulis Restu Agusti dan Tyas Pramesti
Tahun 2005-2007

 

Landasan Teori Jurnal ini memfokuskan kepada pengaruh asimetri informasi, ukuran perusahaan, kepemilikan manajerial terhadap manajemen laba. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia periode pengamatan 2005-2007 sebanyak 60 perusahaan. Berdasarkan data sampel diperoleh hasil pengujian bahwa variabel asimetri informasi, ukuran perusahaan dan kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba pada perusahaan man
Metode dan Subjek Sampel terdiri atas 20 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ yang memiliki laba positif selama tiga tahun berturut-turut yaitu tahun 2005 – 2007. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis regresi linier berganda.
Hasil
  1. Pengaruh asimetri informasi terhadap manajemen laba

Dari hasil penelitian menyatakan bahwa pengaruh asimetri terhadap manajemen laba di terima.

  1. Pengaruh ukuran perusahaan terhadap manajemen laba

Dari hasil penelitian menyatakan bahwa pengaruh ukuran perusahaan terhadap manajemen laba di terima.

  1. Pengaruh kepemilikan manajerial terhadap manajemen laba

Hasil dari penelitian menyatakan bahwa pengaruh kepemilikan manajerial terhadap manajemen laba di terima

  1. Pengaruh asimetri informasi, ukuran perusahaan, kepemilikan manajerial terhadap manajemen laba

Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa asimetri informasi, ukuran perusahaan dan kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba dapat diterima.

Kesimpulan Diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Asimetri informasi mempunyai pengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Hal ini dibuktikan dengan diterimanya hipotesis pertama. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin besar asimetri informasi yang terjadi maka semakin tinggi tingkat

manajemen laba.

2. Ukuran perusahaan mempunyai pengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Hal ini dibuktikan dengan diterimanya hipotesis kedua. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin besar ukuran perusahan, maka akan semakin rendah kemungkinan terjadinya

manajemen laba.

3. Kepemilikan manajerial mempunyai pengaruh signifikan terhadap

manajemen laba. Hal ini dibuktikan dengan diterimanya hippotesis ketiga. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin besar jumlah saham yang dimiliki oleh manajer maka semakin tinggi

tingkat manajemen laba.

4. Dengan demikian, terbukti bahwa asimetri informasi, ukuran perusahan dan kepemilikan manajerial mempunyai pengaruh terhadap manajemen laba. Artinya secara bersamaan setiap perubahan yang terjadi pada asimetri informasi, ukuran perusahaan dan kepemilikan manajerial mempengaruhi manajemen laba.

 

Over Reaksi Pasar Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta

Judul Over Reaksi Pasar Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta
Penulis Rahmawati dan Tri Suryani
Tahun September 2005
Landasan Teori Jurnal ini memfokus pada masalah kelompok saham Loser dan kelompok saham Winner. Kelompok salah loser adalah kelompok saham yang konsisten harga sahamnya mengalami penurunan, sedangkan kelompok saham winner adalah kelompok saham yang konsisten harga sahamnya mengalami kenaikan.

Penulis menguji apakah informasi yang tak terduga yang bersifat dramatik mempengaruhi reaksi para pelaku pasar secara berlebihan. Penelitiannya dilakukan dengan menguji data saham dari perusahaan manufaktur di BEJ.

Rumusan masalah yang terdapat pada jurnal ini adalah :

  1. Apakah ada overreaction terhadap harga-harga saham perusahaan manufaktur yang ada di BEJ, yang ditandai dengan portofolio loser mengungguli portofolio winner.
Metode dan Subjek Penulis menggunakan metode purposive sampling, yaitu yang sesuai dengan kriteria yang akan digunakan dalam penelitian sebanyak 30. Kriteria-kriteria tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Seluruh saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ pada periode Januari 2000 – Desember 2002.
  2. Data yang digunakan adlaah data bulanan selama tiga tahun.
  3. Sampel saham yang pada periode pembentukan portofolio mempunyai Average Return positif, sebanyak 15 sampel, selanjutnya digolongkan portofolio winner. Saham yang mempunyai Average Abnormal Return negatif sebanyak 15 sampel saham selanjutnya digolongkan portofolio loser.
Hasil Terjadi overreaction yang ditandai dengan adanya portofolio loser yang mengungguli portofolio winner, tetapi hal ini tidak berlangsung secara konstan, namun terjadi secara terpisah-pisah. Artinya hasil pengujian ini secara rata-rata seluruh sampel loser dan seluruh sampel wiinner belum bisa mendukung secara jelas bahwa terjadi efek reaksi berlebihan pada pasar modal di Indonesia
Kesimpulan Terdapat indikasi reaksi berlebhian yang di tandai dengan portofolio losser mengungguli portofolio winner. Efek reaksi berlebihan ini terjadi tidak dalam kurun waktu yang konstan lama. Tetapi terjadi secara terpisah-pisah atau separatis.

Hal ini dapat dinyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata abnormal return seluruh saham golongan loser dengan seluruh saham golongan winner.

Information Asymentry and Effect Analysis on the Size of its Earnings Management Practice in Manufacturing Companies Listed in Indonesia Stock Exchange

Judul Information Asymentry and Effect Analysis on the Size of its Earnings Management Practice in Manufacturing Companies Listed in Indonesia Stock Exchange
Penulis Sholihendi Betrianda
Member Kamaliah Rofika
Tahun 2010

 

Landasan Teori Jurnal ini memfokuskan pada asimentri informasi dan ukuran perusahaan. Alasan penulis menggunakan perusahaan manufaktur karena bagi penulis perusahaan manufaktur mempunyai kontribusi yang paling besar terhadap perekonomian dan juga memiliki tingkatan kompetisi yang kuat.

Penelitiannya mengukur asimentri informasi dengan menggunakan relative bid ask spread dan ukuran perusahaan dalam penelitiannya menggunakan market value dan market capitalization.

Dengan berdasarkan landasan tersebut, maka rumusan masalahnya adalah

“apakah asimetri informasi dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap praktik manajemen laba”

Metode dan Subjek
  1. Populasi dan Sampel

Dalam penelitiannya penulis mengambil sampel sebanyak 80 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dengan menggunakan teknik pengambilan secara purposive sampling dan representatif sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan

  1. Pengumpulan data

Penulis menggunakan data sekunder

Hasil
  1. Analisis uji asimetri informasi

Bahwa asimetri informasi tidak berpengaruh terhadap manajemen laba perusahaan manufaktur.

  1. Analisis uji ukuran perusahaan

Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap manajemen laba

Kesimpulan Dari hasil diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa :

  1. Hasil pengujian dengan uji normalitas menunjukan hasil bahwa semua data dari variabel yang di teliti mengikuti pola distribusi normal setelah dilakukannya transformasi data dan model regresi linear berganda yang digunakan sebagai alat analisa data telah baik.
  2. Asimentri informasi tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba.
  3. Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap manajemen laba.

 

Analisis Pengaruh Rasio Aktivitas, Levegare Keuangan, Ukuran dan Umur Perusahaan Terhadap Profitasbilitas Perusahaan Wholesale and Retail Trade yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Judul Analisis Pengaruh Rasio Aktivitas, Levegare Keuangan, Ukuran dan Umur Perusahaan Terhadap Profitasbilitas Perusahaan Wholesale and Retail Trade yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Penulis Kamaliah, Nasrizal Akbar, dan Lexinta Kinanti
Tahun 2009

 

Landasan Teori Di jurnal ini penulis memfokuskan pada mengetahui pengaruh antara rasio aktivitas, leverage keuangan, ukuran, dan umur perusahaan terhadap profitabilitas pada perusahaan wholesale and retail trade yang terdqftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan wholesale and retail trade di Bursa Efek Indonesia pada tahun amatan 2003 – 2007. Dengan menggunakan metode purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 13 perusahaan. Data dianalisa menggunakan multiple regression. Penelitian ini menggunakan objek penelitian dari jenis usaha yang berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya, yaitu pada perusahaan Wholesale and Retail Trade (perusahaan dagang) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan periode amatan 2003-2007.
Metode dan Subjek Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan Wholesale and Retail Trade yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2003 – 2007. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling berdasarkan pertimbangan (judgement sampling). Menurut Indriantoro (2002:131) metode purposive sampling berdasarkan pertimbangan (judgement sampling) merupakan tipe pemilihan sampel secara tidak acak yang informasinya diperoleh dengan menggunakan pertimbangan tertentu (umumnya disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian).

Kriteria yang digunakan dalam pemilihan sampel penelitian ini adalah:

  1. Perusahaan yang menjadi sampel termasuk dalam kelompok Wholesale and Retail Trade menurut Bursa Efek Indonesia.
  2. Perusahaan merupakan emiten tetap yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2003 – 2007.

Jenis dan Sumber Data

1. Jenis Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data dokumenter (documentary data).

2. Sumber Data

Simiber data dalam penelitian ini adalah data sekunder. Sumber data sekunder dalam penelitian ini berasal dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD).

Hasil
  1. Profitabilitas (ROE)

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan dari data yang diperoleh selama tahun 2003-2007 dapat dilihat Return On Equity yang tertinggi dan yang terendah pada perusahaan-perusahaan tersebut.

  1. Inventory Turn Over (ITO)

Inventory Turn Over (ITO) merupakan variabel independen pertama dalam penelitiannya, yang diperoleh dengan membandingkan harga pokok penjualan (HPP) dengan rata-rata persediaan barang.

  1. Total Assets Turn Over (TATO)

Total Assets Turn Over (TATO) merupakan variabel independen kedua dalam penelitiannya, yang diperoleh dengan membandingkan antara penjualan dengan total aktiva.

  1. Debt to Equity Ratio (DER)

Debt to Equity Ratio (DER) merupakan variabel independen ketiga dalam penelitiannya yang dihitung dengan membaindingkan total hutang dengan total ekuitas.

  1. Ukuran Perusahaan

Ukuran perusahaan merupakan variabel independen keempat dalam penelitiannya. Ukuran perusahaan diukur dengan logaritma natural (Ln) dari total aset perusahaan.

  1. Umur Perusahaan

Umur perusahaan merupakan variabel independen kelima dalam penelitiannya. Umur perusahaan dihitung dari sejak berdirinya perusahaan tersebut hingga tahun amatan terakhir (2007).

 

Hasil analisis data dan pengujian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini menghasiikan beberapa kesimpulan sebagai berikut:

  1. Hasil pengujian normalitas data menunjukkan bahwa data terdistribusi normal yang dapat dilihat dari normal probability plot. Hasil pengujian asumsi klasik menunjukkan bahwa model regresi yang diajukan bebas dari gangguan multikolinearitas, autokorelasi, dan heterokedastisitas.
  2. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan tidak semua variabel independen (inventory turn over, total assets turn over, debt to equity ratio, ukuran, dan umur perusahaan) yang diusulkan secara parsial berpengaruh terhadap variabel independen (profitabilitas),
  3. Hasil penelitian yang dilakukan pada variabel independen inventory turn over, debt to equity ratio, dan ukuran perusahaan menunjukkan bahwa ketiga variabel independen ini secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas.
  4. Hasil menunjukkan bahwa Inventory Turn Over, Total Assets Turn Over, Debt to Equity Ratio, ukuran, dan umur perusahaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROE).
  5. Hasil menunjukkan bahwa variabel independen {inventory turn over, total assets tum over, debt to equity ratio, ukuran, dan umur perusahaan) dapat menjelaskan variabel dependen profitabilitas
Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh rasio aktivitas, leverage keuangan, ukuran, dan umur perusahaan terhad^ profitabilitas perusahaan wholesale and retail trade yang terdatar di Bursa Efek hidonesia dengan periode amatan tahim 2003 sampai 2007. Berdasarkan hasil penelitian dcpat disimpulkan bahwa rasio aktivitas, leverage keuangan, ukuran, dan umur perusahaan secara simultan berpengaruh terhadcp profitabilitas perusahaan wholesale and retail trade yang terdqftar di BEL Secara parsial inventory turnover, leverage keuangan, dm ukuran perusahaan berpengaruh terhadap profitabiltas. Sedangkan total asset turnover dan umur perusahaan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan wholesale and retail trade yang terdqftar di Bursa Efek Indonesia.

 

Analisis Pengaruh Bid Ask Spread, Market Value dan Varian Return Saham Terhadap Holding Period Pada Saham LQ 45

Judul Analisis Pengaruh Bid Ask Spread, Market Value dan Varian Return Saham Terhadap Holding Period Pada Saham LQ 45
Penulis Vinsensia Retno Widi Wisayang
Tahun Februari 2008 – Januari 2009

 

Landasan Teori Jurnal inidifokuskan pada pengaruh bid ask spread, market value, dan varian return terhadap holding period. Dengan membahas perkembangan emiten di Indonesia dalam dunia pasar modal. Atas dasar fenomena empiris maka penulis merumuskan masalah yang akan diteliti, terdapat range variasi yang lebar pada holding period antara satu emiten dengan emiten yang lain. Dari rumusan masalah maka hasil penelitian dari penulis ini dapat diajukan pertanyaan :

  1. Bagaimana pengaruh bid ask spread terhadap holding period
  2. Bagaimana pengaruh market value terhadap holding period
  3. Bagaimana pengaruh varian return saham terhadap holding period
Metode dan Subjek Penulis menggunakan metode Purposive Sampling. Kriteria yang digunakan penulis adalh :

  1. Telah tercatat atau listed di Bursa Efek Indonesia sebagai Emiten selama periode 2008-2009 secara konsisten
  2. Saham tidak pernah keluar dari daftar perhitungan indeks LQ 45 periode tahun 2008 sampai dengan tahun 2009
  3. Harus tersedia data bid and ask price dan volume transaksi selama periode 2008-2009

Dari kriteria tersebut, penulis mengambil 34 perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitiannya.

Metode analisa yang digunakan dalam penelitiannya adlaah analisis kuantitatif terdiri dari uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda dan uji hipotesis.

Hasil
  1. Pengaruh Bid Ask Spread terhadap Holding Period

Hasilnya adalah Bid Ask Spread berpengaruh positif pada Holding Period dan menunjukan bahwa harga jual dan harga beli saham yang di tawarkan kepada investor yang kecil belum tentu berakibat pada tindakan investor dalam melakukan Holding Period.

  1. Pengaruh Market Value terhadap Holding Period

Hasilnya diketahui bahwa secara individu variabel market value memiliki arah pengaruh yang positif terhadap holding period.

  1. Pengaruh Varian Return Saham terhadap Holding Period

Hasilnya adalah pengaruh negatif yang mengindikasikan bahwa hal ini menunjukan bahwa investor cenderung menahan saham lebih pendak pada perusahaan-perusahaan yang memiliki volatilitas perusahaan yang dicerminkan dengan varian return saham maka semakin tinggi pula resiko yang di tanggung investor.

Kesimpulan Berdasarkan hasil diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel bid ask spread mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap holding period. Variabel market value mempunyai pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap holding period.

Dan variabel varian return mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap holding period.

 

Pengaruh Stock Split : Analisis Likuiditas Saham Pada Perusahaan Go Public di Bursa Efek Indonesia Dengan Memperhatiakan Pertumbukan dan Ukuran Perusahaan

Judul Pengaruh Stock Split : Analisis Likuiditas Saham Pada Perusahaan Go Public di Bursa Efek Indonesia Dengan Memperhatiakan Pertumbukan dan Ukuran Perusahaan
Penulis Slamet Lestari dan Eko Arief Sudaryono
Tahun Desember 2008

 

Landasan Teori Jurnal ini memfokuskan pada adanya pengaruh stock split terhadap likuiditas saham dengan memperhatikan growth dan firm size. Likuiditas saham diukur melalui volume perdagangan sebelum dan sesudah stock split. Karakteristik perusahaan ini di dasarkan pada ukuran perusahaan dan pertumbuhan perusahaan. Penggolongan tingkat pertumbuhan dilakukan dengan mengukur investment opportunities set proksi MVEBVE (Market to Book Value of Equity), sedangkan ukuran perusahaan diukur melalui besarnya total asset yang dimiliki oleh perusahaan.

Hipotesis yang diajukan dalam jurnal ini adalah :

  1. Terdapat perbedaan likuiditas saham sebelum dan sesudah pengumuman stock split pada perusahaan bertumbuh
  2. Terdapat perbedaan likuiditas saham sebelum dan sesudah pengumuman stock split perusahaan tidak bertumbuh
  3. Terdapat perbedaan likuiditas saham sebelum dan sesudah pengumuman stock split pada perusahaan besar
  4. Terdapat perbedaan likuiditas saham sebelum dan sesudah pengumuman stock split pada perusahaan kecil
Metode dan Subjek
  1. Pemilihan sampel dan pengumpulan data

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan go public yang melakukan stock split di Bursa Efek Indonesia tahun 2002 sampai tahun 2006. Sampel di pilih secara purposive sampling dengan berdasarkan kriteria :

  1. Sampel merupakan saham perusahaan go public yang terdaftar di BEI dan melakukan stock  split selama tahun 2002 – tahun 2006.
  2. Saham perusahaan termasuk saham aktif.
  3. Sampel yang diambil hanya yang melakukan stock split dan tidak di pengaruhi oleh pemberian saham bonus, right issue, dividen saham dan dividen tunai
  4. Perusahaan yang dijadikan sampel dikelompokan menjadi perusahaan bertumbuh dan tidak bertumbuh berdasarkan market to book value equity lebih besar daru satu dan kurang dari satu serta dikelompokan menjadi perusahaan besar dan kecil berdasarkan total aktiva.

Terpilih 44 perusahaan dari 50 perusahaan yang terdapat di BEI yang memenuhi syarat yang telah di terapkan

Hasil
  1. Terdapat perbedaan yang signifikan likuiditas saham sebelum dan sesudah pengumuman stock split pada perusahaan bertumbuh.
  2. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan likuiditas saham sebelum dan sesudah pengumuman stock split pada perusahaan tidak bertumbuh.
  3. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan likuiditas saham sebelum dan sesudah pengumuman stock split pada perusahaan besar.
  4. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan likuiditas saham sebelum dan sesudah pengumuman stock split pada perusahaan kecil.
Kesimpulan Kesimpulan dari hasil diatas adalah tidak adanya perbedaan yang signifikan likuiditas saham sebelum dan sesudah pengumuman stock split pada perusahaan tidak bertumbuh, perusahaan besar dan perusahaan kecil.

Sedangkan pada perusahaan bersar, terdapat perbedaan yang signifikan likuiditas saham sebelum dan sesudah pengumuman stock split.

Adanya pengaruh stock split terhadap ukuran perusahaan, tidak terbukti pada penelitian ini.