Usaha Kecil dan Pengembangannya

Usaha kecil dalam perekonomian suatu negara, memiliki peran yang penting. Bukan saja di Indonesia, tetapi kenyataan menunjukan bahwa posisi usaha kecil dan menengah mempunyai peranan strategis di negara-negara lain juga.

1. Pengertian Usaha Kecil

Usaha Kecil merupakan sebutan yang sering di singkat Usaha Skala Kecil(USK) sebagai terjemahan dari istilah Small Scale Enterprise (SSE) yang mempunyai banyak pengertian, baik dalam makna konsep teoritis, maupun sebagai konsep trategis kebijakan pembangunan.

Usaha kecil sebagai konsep mengacu pada dua aspek. Pertama, Aspek perushaaan, yang melakukan aktifitas produktif, mengkombinasi faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa memasarkan dan mencetak keuntungan. Kedua, aspek pengusaha yaitu orang di balik usaha atau perusahaan yang biasanya adalah pemilik, pengelola sekaligus administrator dari perusahaannya.

Secara umum sektor usaha kecil memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • sistem pembukuan yang relatif sederhana dan cenderung tidak mengikuti kaidah administrasi pembukuan standar.
  • margin usaha yang cenderung tipis mengingat persaiangan yang sangat tinggi
  • modal terbatas
  • pengalaman manajerial dlaam mengelola peruusahaan masih sangat terbatas
  • skala ekonomi yang terlalu kecil, sehingga sulit mengharapkan untuk mampu menekan biaya mencapai titik efisiensi jangka panjang
  • kemampuan pamasaran yang begitu kecil dan negoisasi serta diversifikasi pasar sangat terbatas
  • kemampuan untuk memperoleh sumber dana dari pasar modal rendah.

2. Bidang usaha yang dapat dimasuki usaha kecil

Ada beberapa area ekonomi yang menjadi konsentrasi usaha kecil, yaitu :

a. manufaktur. jumlah usaha kecil manufaktur sangatlah banyak. kategori ini meliputi perusahaan percetakan, pabrik pembuat baja, pabrik peralatan rekreasi, manufaktur pakaian, pperusahaan mebel, perusahaan lemari, dan perusahaan roti.

b. jasa. sektor jasa merupakan suatu bidang yang beraneka ragam. bisnis jasa meliputi :

  • bisnis jasa
  • jasa personal
  • jasa reparasi atau perbaikan
  • jasa hiburan atau pertunjukan
  • hotel dan motel

c. grosir. meliputi penjualan ke penjual yang lain, seperti pengecer, grosir yang lain, atau perusahaan industri.

d. pengecer. merupakan pedagang yang menjual barang-barang kepada konsumen akhir.

dibanding dengan usaha basar, usaha kecil memiliki beberapa potensi dan keunggulan, diantaranya adalah :

  • usaha kecil beroperasi menebar di seluruh pelosaok dengan berbagai ragam bidang usaha
  • usaha kecil beroperasi dengan investasi modal untuk aktiva tetap pada tingkat yang rendah
  • sebagian besar usaha kecil dapat dikatakan padat karya yang disebabkan pennggunaan tekhnologi sederhana

3. Masalah yang dihadapi usaha kecil

a. masalah pemasaran

permasalahan usaha kecil pada bidang pemasaran terfokus pada 3 hal, yaitu pertama, permasalahan persaingan pasar dan produk. kedua, permasalah akses terhadap informasi pasar, dan ketiga, permasalah pelembagaan pendukung usaha kecil.

b. masalah kemitraan

secara konseptual, kemitraan merupakan koreksi atas kebijakan pola hubungan pengusaha besar kecil yang telah ada. sebelum muncul konsep ini, hubungan ini banyak dikritik, karena bberkecenderunngan menempatkan hubungan patron-klien.

c. masalah sumber daya manusia

permasalahan ini menyangkut sumber daya manusia terkait dengan struktur organisasi dan pembagian kerja, masalah tenaga kerja, dan kemampuan manajerial pengusaha.

d. masalah keuangan

pengusaha kecil umumnya belum mampu melakukan pemisahan manajemen keuangan perusahaan dan rumah tangga.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s