PENGUJIAN EMPIRIS PROFIL KEBUTUHAN PROFESIONAL (PROFESSIONAL NEEDS) DOSEN AKUNTANSI DI JAWA

Teori kebutuhan
Salah satu teori kebutuhan adalah disampaikan oleh Mc. Cleland  dkk.(1960)  adalah trichotomy of needs, mengemukakan bahwa (Harrel dan Eickhoff, 1988);
“ The work orientation of most individuals is influence by achievement, power, and affiliation needs. These motives represent learned responses to environment and are thought to develop slowly as the individual matures and to remain relatively stable in adult. Individual are, therefore, belived to seek working condition which satisfy their particular needs”
Inti dari teori ini terletak pada  pendapat yang mengemukakan pendapat bahwa  pemahaman tentang motivasi  akan semakin mendalam apabila  seseorang mempunyai tiga jenis kebutuhan dalam karirnya.  Ketiga kebutuhan itu adalah kebutuhan berprestasi, kebutuhan  dalam kekuasaan, dan kebutuhan dalam afiliasi.
Definisi yang  dikemukakan oleh Mc. Cleland (1960) mengenai ketiga kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut (Robbins,1996) ;
  1. Kebutuhan prestasi (needs of achievement /nAch) adalah  dorongan yang kuat dalam diri individu untuk mengguli, berprestasi sehubungan dengan seperangkat standar, dan berusaha untuk sukses dan berusaha bertanggung jawab atas usaha yang dilakukan.
  2. Kebutuhan  kekuasaan (needs of Power /nPow)adalah dorongan dalam diri individu  untuk membuat orang lain  berperilaku dalam suatu cara yang  orang lain tanpa dipaksa tidak berperilaku demikian. Mc. Cleland  menggambarkan dua jenis kekuasaan (nPow), yaitu;  personal power dan social power.
  3. Kebutuhan afiliasi (needs of affiliation/ nAff) adalah hasrat untuk hubungan antar pribadi yang ramah dan karib. Namun perlu diingat  biasanya kebutuhan ini dalam pemenuhannya tetap diwarnai  oleh persepsi  tentang apa yang akan  diperoleh  dari usaha kerja sama ini.
Street. dan Bishop (1991),  meneliti tentang ketiga dikotomi kebutuhan tersebut pada akuntan yang berprofesi sebagai akuntan publik, sektor privat maupun akuntan pemerintah. Penelitian ini dikaitkan dengan ukuran firma,hirarki jabatan untuk akuntan publik, sedangkan untuk akuntan pemerintah dikaitkan dengan status kantor pemerintahan (state dan lokal), serta  dikaitkan juga dengan gender. Hasilnya menunjukan kedua profesi akuntan tersebut profil kebutuhannya berbeda
Parker, et.al(1991) telah meneliti  tentang hubungan  antara profil kebutuhan  (nAch dan nPow)  dengan kesuksesan hidup pada  756 manajer dan non manajer industri manufaktur di Amerika. Bukti menunjukan  nAch secara positif  dihubungkan dengan usaha  untuk mencapai status kekayaan,  profesionalisme dan sosial, serta secara negatif ketika dikaitkan dengan keamanan dan pemenuhan
hubungan personal. Hubungan nPow didapatkan secara positif ketika dikaitkan dengan status kekayaan, profesionalisme, tetapi negatif ketika  dengan pemenuhan hubungan kekeluargaan.
2.1. 2  Profesionalisme Dosen Akuntansi
Peran pendidikan tinggi menurut Safford dan Kershaw (1998)dalam Machfoedz (1999) berpendapat bahwa pendidikan tinggi harus melakukan transformasi secara struktural maupun sistemik  terhadap staf akademik maupun non akademik. Hal ini dikarenakan keadaan  telah berubah sedemikian. Peneliti  Novin dan Tucker (1993) menggunakan pengukuran  profesionalisme dalam  tiga dimensi yaitu tingkatan yang menunjukan penguasaan & pelaksanaan tiga hal;knowledge,skill dan character.
Praff ((1991) dalam Machfoedz (1999)), melakukan penelitian tentang profesionalisme di bidang jasa pendidikan akuntansi, hasilnya menunjukan bukti yang cukup memprihatinkan. Menurutnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu; (1) Praktisi yang  berhubungan dengan publik memerlukan pengembangan profesionalisme, (2) Kesuksesan institusi dipengaruhi oleh elemen profesionalisme  manajer dan karyawan, terutama etika,(3) pendidikan tinggi penting  guna pengembanganp rofesionalisme dan etika dalam organisasi.
Kriteria profesional sebagai akuntan saat ini diatur oleh IAI  secara khusus dituangkan berupa Standar Umum dalam  SPAP. Intinya keprofesionalan seorang akuntan  yang diatur meliputi  keahlian, sikap mental dalam menjalankan tugas profesi dan  penggunaan kemahirannya secara cermat dan seksama dalam menjalankan profesinya. Kriteria sebagai pengajar / dosen profesional di Indonesia  sesuai Surat keputusan Bersama Mendikbud Dan Kepala BAKN No : 61409/MPK/KP/99 dan No : 181 Tahun 1999, dan profesionalisme dosen  dalam Keputusan Mentri Negara Koordinator Bidang  Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara No : 38/Kep/MK.WASPAN/8/ 1999  yang dinilai berdasar pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Tipe Dosen
Dosen akuntansi yang juga berpraktek sebagai   profesional (swasta ataupun publik), kemungkinan mempunyai kecenderungan yang berbeda dengan dosen yang tidak berpraktek dalam kebutuhan profesionalnya. Kebutuhan dosen yang berpraktek sebagai profesional (kebutuhan akan prestasi, kekuasaan ataupun afiliasinya) dimungkinkan lebih tinggi dibandingkan yang tidak berpraktek, karena reputasi jasa yang disediakan untuk publik dibangun oleh kinerjanya. Kebutuhan kekuasan dalam diri dosen yang berpraktek profesional dimungkinkan karena seorang praktisi  yang berpengalaman akan mampu  mempengaruhi pasar jasa  yang disediakannya. Kebutuhan afiliasi, biasanya diperlukan dengan bekerja sama sesama praktisi dimungkinkan untuk  meraih peluang-peluang bisnis yang lebih baik.
Dosen akuntansi yang tidak berpraktek secara logis mungkin lebih menitik beratkan pada bidang keilmuannya, namun kurang dalam bidang  prakteknya. Seperti yang dikemukakan dalam penelitian  Novin dan Tucker (1993) yang menggunakan pengukuran  profesionalisme dalam  tiga dimensi yaitu tingkatan yang menunjukan penguasaan dan pelaksanaan tiga hal; knowledge, skill dan character
Disisi lain, praktek selain  untuk  pelaksanaan knowledge,skill dancharacter, juga bagian dari proses pengayaan pribadi praktisi. Praktek dengan berbagai macam  permasalahannya, dapat melatih  pribadi praktisi untuk menyiasati secara profesional setiap permasalahan praktek akuntansi.
Hirarki
Struktur hirarki pada dikenali dengan adanya unsur pimpinan seperti ketua institusi, dekan, ketua jurusan atau ketua program, serta bawahan biasanya adalah dosen biasa.  Penetapan pimpinan dipilih oleh senat perguruan tinggi dan dibatasi oleh periode pemilihan sesuai ketentuan.
Penelitian  Street et.al (1991)  mengindikasikan bahwa  kebutuhan akuntan  atas profesionalismenya  lebih cenderung  didominasi kebutuhan kekuasaan (nPow)  dengan semakin tingginya jenjang posisi pada KAP, akuntan sektor privat ataupun pada akuntan pemerintah.   Hal ini mungkin terjadi karena posisi jabatan dalam KAP, sektor privat ataupun sektor pemerintah   akan mengikuti jalur  jenjang hirarki yang terus menaik, dan tidak  akan mengalami  perubahan  posisi yang menurun.
Gender
Stereotipe  tradisional menganggap bahwa  wanita berperan sebagai perawat keluarga, sedangkan pria berperan sebagai  pencari nafkah. Namun saat ini peran tersebut mengalami perubahan.   Faktor-faktor yang mungkin menyebabkan pergeseran ini dapat dipilah dalam tiga faktor, yaitu; (1) gerakan emansipasi, (2)  pendidikan wanita yang semakin meningkat dan, (3) pertimbangan ekonomi  (Siagian.P. 1999).
Penelitian Hunthon et.al (1991), berkaitan dengan hirarki dan gender dalam praktek akunting swasta, menunjukan hasil bahwa perlakuan dalam praktek profesional cenderung berbeda dari konsep profesionalisme.
Perkembangan  profesi pada dasarnya  tidak mengenal diskrimanasi  gender, seperti hasil penelitian Street et. al (1991), namun  demikian dalam praktek sulit hal tersebut ditemukan. Dari beberapa penelitian diatas tampaknya hasilnya konsisten, terdapat perbedaan perlakuan yang diterima wanita dan pria pada bidang profesinya.
Karakteristik Biografis Personal
Karakteristik biografis meliputi usia,jenis kelamin, status perkawinan, jumlah tanggungan, masa kerja dan penghasilan keluarga. Kepribadian adalah perpaduan antara faktor genetik dan pembelajaran serta lingkungan. Masa kerja  juga berperan untuk mencapai tahapan  kematangan profesi. Penghasilan berperan karena dimungkinkan
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s